Tata Cara Menggelar Aqiqah yang Disunahkan (Bagian 2)
Tata Cara Menggelar Aqiqah yang Disunahkan (Bagian 2)
Waktu yang Tepat Untuk Aqiqah
Menilik dari hadist shahih tentang aqiqah di atas, waktu untuk melakukan aqiqah pada Si Kecil dianjurkan pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Cara menghitung hari ketujuh adalah dengan menyertakan hari kelahirannya. Misal, jika Si Kecil lahir di hari Senin, maka aqiqah dapat dilakukan di hari Minggu berikutnya.
Lalu, bagaimana jika tidak bisa melaksanakan aqiqah tepat pada hari ketujuh? Apakah bisa dihari lainnya? Dalam sebuah hadist dikatakan, "Penyembelihan hewan aqiqah bisa hari yang ke-7, hari ke-14, atau hari ke-21." Hadist ini dianggap sebagai hadist yang shahih oleh sebagian ulama.
Tata cara aqiqah di hari ketujuh kelahiran memang bukan harga mati, ya, Moms. Hari ketujuh setelah kelahiran dianggap sebagai saat yang paling afdol. "Jika tidak memungkinkan dilakukan pada hari tersebut karena masih lelah dan tidak sempat mengurusnya, aqiqah bisa dilakukan di hari ke-14 atau ke-21. Jika masih tidak bisa juga, maka aqiqah dapat dilaksanakan kapan saja.," tambah Ustadz Aris Munandar.
Aqiqah dapat dilakukan sampai ada kemampuan, bahkan jika sudah dewasa sekalipun. Nabi SAW pun mengaqiqahi dirinya sendiri ketika Beliau telah diutus menjadi seorang Nabi. Riwayat ini juga menjadi dasar dibolehkannya seseorang untuk mengaqiqahi dirinya sendiri apabila orangtuanya belum mengaqiqahi ketika kecil atau tidak memiliki kemampuan untuk itu..
Tata Cara Aqiqah Anak Laki-laki & Perempuan
Saat sudah meniatkan untuk mengaqiqahi Si Kecil, ada hal yang perlu diperhatikan, terutama untuk jumlah kambing yang akan disembelih. Dari hadist diriwayatkan, "Siapa dari kalian yang suka menyembelih atas kelahiran anak maka lakukanlah, anak laki dua ekor kambing yang cukup syarat, anak wanita dengan satu ekor" (HR Ahmad, Abu Dawun, An-Nasaa-i).
Sesungguhnya tata cara pelaksanaan aqiqah antara anak laki-laki dan perempuan sama saja. Hal yang membedakannya hanyalah pada jumlah hewan yang disembelih.
Pada anak laki-laki harus berjumlah dua ekor kambing yang sekufu atau keduanya mirip (sama usianya, sama jenisnya, sama ukurannya). Jika tidak sama persis, setidaknya mendekati. Sedangkan, untuk anak perempuan jumlah hewan aqiqah hanya satu kambing saja.
Apakah boleh jika aqiqah selain hewan kambing? Dari sabda Nabi, telah jelas bahwa hewan aqiqah adalah kambing, bukan hewan lainnya. Mengikuti sunnah nabi, maka kambing adalah satu-satunya pilihan.
Setelah proses penyembelihan hewan aqiqah dan membagikannya ke sanak saudara, tetangga, serta orang yang membutuhkan, jangan lupa untuk mencukur rambut Si Kecil dan memberikan nama yang baik sebagaimana sabda Nabi SAW.

Komentar
Posting Komentar